Subdit Pengendalian Hama...

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN
ORGANISME PENGANGGU TUMBUHAN (OPT)
TANAMAN SELA (JAGUNG) PADA TANAMAN PERKEBUNAN

I. PENDAHULUAN

Dalam rangka meningkatkan pendapatan petani perkebunan, maka diantara tanaman perkebunan ditanam tanaman sela atau tumpang sari dengan tanaman lain. Pada umumnya tanaman yang ditanam merupakan tanaman pangan atau tanaman semusim lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan petani.

Program penanaman tanaman sela atau tumpang sari ini telah dilaksanakan melalui beberapa proyek di perkebunan, antara lain pada tahun ini adalah proyek SPL-OECF dan SRADP ataupun oleh swadaya masyarakat/petani sendiri misalnya pada proyek P2RWTI.

Tanaman jagung merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang banyak digunakan sebagai tanaman sela diantara tanaman perkebunan, karena tanaman ini merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Jagung juga digunakan sebagai nahan baku industri pakan ternak dan industri non pakan sehinggga cukup mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi jagung adalah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Di Indonesia diketahui ada 50 spesies serangga yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman jagung. Diantaranya yang terpenting adalah penggerek batang (Ostrinia furnacalis), ulat grayak, penggerek tongkol (Heliotis sp. sinonim Helicoverpa) dan penyakit bulai Peronosclerospora maydis.

Untuk memfasilitasi dan membimbing petani perkebunan dalam mengatasi gangguan OPT pada tanaman jagung yang merupakan tanaman sela di tanaman perkebunan, maka disusun buku pedoman ini. Diharapkan buku ini dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi petugas di lapangan dalam pengendalian OPT.

baca selengkapnya hal .......